Senin, 31 Agustus 2020

Inspirasi : Mengajar Di Daerah Terpencil kala Pandemi

 GuruSejarah - Pandemi yang sedang berlangsung ini tentunya mengubang setengah kebiasaan kita sehari-hari begitupun dengan proses belajar mengajar. Jika di kota-kota besar Indonesia kita dapat dengan mudah mengakses internet kemudian melakukan pembelajaran dengan mode Daring bagaimana dengan daerah-daerah terpencil dengan kendala Signal. Arahan dari menteri pendidikan untuk mengadakan pembelajaran daring tidak dapat dilakasanakan di semua daerah tentunya harus menyesuaikan dengan kondisi sekitar. Hal ini selain menuntut pengajar untuk lebih kreatif, juga perlu melibatkan kedinasan terkait agar prosesnya berjalan dan saling mendukung. Pendanaan proses belajar pada masa pandemi ini tidak main-main, bahkan hingga 31 Agustus 2020 ini proses input no tlp pada Dapodik dalam rangka membagikan pulsa masih berlangsung dan sedang menunggu aproval dari database pusat. 

Kali ini Guru Sejarah mencoba berbagi pengalaman dari seorang guru yang mengajar serta mengabdikan dirinya untuk pendidikan Indonesia di Wilayah terpencil, namanya Irwanto ia adalah lulusan Universitas Negeri Makasar (UNM) prodi.Pendidikan Sejarah. Kiprahnya dalam pendidikan daerah terpencil sudah ia mulai sejak mengikuti Program pemerintah SM-3T delapan tahun silam ia tercatat sebagai guru SM-3T angkatan ke dua. Setelah mengikuti program ini selanjuntnya bapak guru satu ini mengikuti Program Profesi Guru di Universitas Negeri Jakarta selama satu tahun di sinilah pengetahunnya tentang kecakapan mengajar di tempa. Pada tahun 2015 pemerintah mengadakan perekrutan Guru Garis Depan Irwanto adalah salah satu peserta yang lulus seleksi dari ribuan peserta lainnya, ia mendapatkan tugas di SDN Nofotufe Kec. Mollo Barat, Kab Timor Tengah Selatan Nusa tenggara timur.

Beberapa waktu lalu Guru Sejarah mencoba menghubungi Bapak Guru Irwanto untuk berbagi mengenai pengalamannya mengajar di wilayah terpencil, di awali dengan pertanyaan bagaimana proses pembelajaran yang dilakukan pada masa pendemi ini. Wilayah tempat ia mengajar tidak terjangkau signal seluler serta listrik, kemudian ia bersama rekan-rekan lainnya menerapkan GULING Guru Keliling dari Rumah Ke Rumah. Sebenarnya dinas pendidikan Kabupaten memberlakukan pengajaran melalui Radio, namun di tempatnya mengajar jarang yang menggunakan Radio dan hanya tempat-tempat tertentu yang terlewati jaringan radio tersebut. 

Proses GULING ini dilakukan bergantian satu minggu sekali dengan tempat berbeda. Proses belajar mengajar seperti ini berjalan tak selancar seharusnya, beberapa kendala dilapangan terkait SDM juga jarak rumah satu dengan yang lainnya  cukup berjauhan tidak pelak menguras tenaga dan waktu yang lama. Kegiatan ini di maksudkan agar peserta didik tetap belajar apapun kondisinya, hal ini bukan hanya menyangkut pendidikan tetapi juga kemanusiaan. Irwanto hanya salah satu dari banyak guru terpencil yang terus berjuang mencerdaskan anak bangsa, serta pendidikan yang adil merata. Semoga guru-guru daerah terpencil lainnya tetap deiberikan kesehatan dan semangat untuk terus mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia, semoga kisah Bapak Guru Irwanto ini memecut semangat pengajar lainnya yang terfasilitasi dengan baik untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para estapet peradaban.

Untuk berkenalan lebih jauh silahkan kunjungi lamanFacebook Pribadinya




Proses GULING Guru Keliling

Baca Juga

Previous Post
Next Post

sejarah31.com adalah web yang dibuat untuk berbagi informasi seputar dunia pendidikan dan sejarah.

0 comments: